img

Lowongan Terbaru

img

Properti Terlengkap

img

Mobil Termurah

img

Aneka Beragam

Di zaman kekinian, gak jarang orang yang antipati sama mobil manual. Dibilang ketinggalan zaman lah, bikin capek lah, pokoknya kesannya tuh mobil tipe begini negatif banget!

Apa sih salahnya mobil transmisi manual? Mungkin sebagian besar dari kamu belum tahu kalau mobil ini justru bisa ngehemat pengeluaranmu.

Mungkin beberapa dari kamu berpikir kalau mobil manual bikin pegal karena mesti nginjak kopling. Udah gitu Jakarta macet, dan ujung-ujungnya boros duit pula. Padahal, kenyataannya gak seperti itu jika kamu paham sisi untungnya pakai mobil manual.

Kalau dibandingkan dengan matic, jelas manual memang lebih irit kok. Masih gak percaya? Baiklah, yuk kita buktikan. 

1. Lebih irit

Mungkin kamu udah bosan sama kalimat ini, dan udah males dengar barangkali. Tapi sampai saat ini jarang banget ada pembahasan yang detail dan sederhana mengenai kenapa mobil ini bisa dikatakan lebih irit.

Sejatinya, kamu bisa mengatur putaran mesinmu sendiri ketika berkendara dengan mobil manual. Injak gas sampai berapa RPM, dan lepas kopling pelan-pelan lalu mobilnya pun jalan. Ketika suara mesinnya udah mulai berat, maka kamu naikkan deh giginya, lalu RPM-nya jadi turun lagi.

Dengan putaran mesin yang rendah, konsumsi bahan bakar juga gak bakal besar. Kalau tiap 2.500 RPM udah oper gigi, maka bisa jadi makin irit lagi bukan?


2. Harga lebih murah

Semua tentu sudah tahu bahwa harga mobil manual memang lebih murah ketimbang yang versi matic. Dan bedanya pun gak nanggung-nanggung lho, bisa lebih dari Rp 10 juta.

Apa kamu gak tertarik untuk beli yang manual aja?


3. Susah dijual lagi? Itu mitos

Apakah kamu pernah mendengar perkataan seseorang tentang mobil manual susah dijual lagi? Jangan percaya sama perkataan itu ya.

Menurut salah satu pernyataan dari pemilik showroom di WTC Mangga Dua, seperti yang dikutip oleh Viva, mayoritas konsumen mobil di Jakarta memang memilih matic. Tapi mobil manual masih sangat laris di luar kota.

Dengan adanya fakta ini, gak perlu khawatir lagi kan jika kamu mau beli mobil manual. Intinya, ketika usia pakainya udah melebihi batas yang ditentukan dan kamu ingin beli mobil baru, ya jual saja mobilmu. Pasti ada yang beli kok.


4. Oli transmisi mobil manual lebih murah daripada matic

Baik pemilik mobil matic maupun manual, mengganti oli transmisi itu hukumnya wajib! Kalau ada yang bilang oli transmisi manual gak usah diganti selama tiga tahun, itu jelas salah besar.

Per 10 ribu kilometer, jelas oli transmisi matic maupun manual harus diganti. Dan setiap 40 ribu kilometer harus dikuras.

Satu hal yang harus kamu ketahui, oli transmisi manual itu jelas lebih murah daripada matic. Sebut saja Shell untuk yang manual dan matic, harga per liternya bisa beda Rp 20 ribuan lho.


5. Ketika mogok, mobil manual masih bisa didorong

Ketika dinamo starter rusak, maka sah-sah saja untuk mendorong mobilmu hingga akhirnya bisa dihidupkan kembali. Siapkan jarak yang cukup, putar kunci pada posisi hidup, dan masukan gigi ke posisi dua. Lalu tekan pedal kopling sambil mendorong, dan setelah mobil melaju kencang, mestinya mesin bisa hidup.

Namun praktek seperti ini gak bisa kamu aplikasikan di mobil matic. Dengan memaksakan diri mendorong mobil, maka hal itu justru bisa merusak transmisi mobil.

Baca blog menarik

Supported by

Brand logo Brand logo Brand logo Brand logo Brand logo

Tetap terhubung dengan berlangganan newsletter kami, dan jadi yang pertama mengetahui promo terbaru iklan jitu!